Logic Flawed: Efek Domino dan Contingent Fact Dalam Menepis Agnostisisme dan Ateisme

_______________________________

Bayangkan, kita melihat rentetan kartu domino melingkar-lingkar berjejer tegak. Lalu domino pertama jatuh, kemudian diikuti oleh domino kedua dan seterusnya. Kartu-kartu domino itu jatuh satu-persatu merembet hingga memberikan pemandangan unik. Inilah domino effect. 

Pertanyaannya, apakah akan ada akhir dari rentetan domino tersebut? Apakah ia berujung ataukah infinite?

Jika kita menjawab “tidak ada ” karena kita memandang segala sesuatu itu tidak berujung, maka seketika itu pula kita menolak sebuah awal, sebuah notion yang mustahil. 

Sebab, jika ia tidak berujung, maka kartu domino pertama tidak boleh jatuh. Sebabnya lagi, jatuhnya domino pertama menandakan ia adalah sebuah momentum awal. Selain itu, rentetan domino itu cepat atau lambat akan tiba pada yang awal tadi. Ia akan tiba pada kartu terakhir dan bertemu dengan yang awal. 

Kesimpulannya, ketidakterbatasan (infinite) domino effect adalah mustahil. Sebab, jika ia infinite, maka kartu pertama tidak boleh jatuh. Jatuhnya kartu pertama menandakan sebuah awal.

Pertanyaan selanjutnya, mengapa kartu domino pertama jatuh? Mengapa ada sebuah awal?

Jawabannya, ia terjatuh oleh faktor eksternal yang menggerakkannya. Angin, tersenggol kucing, ada gempa bumi, terkena tetesan air, apapun itu, ia butuh faktor di luar dirinya untuk menggerakkan. Oleh sebab itu, kartu domino dari awal sampai akhir yang menghasilkan domino effect tidak saja memiliki awal, namun juga memiliki penggerak di luar dirinya. Artinya, sebuah awal butuh kepada suatu sebab, karena ia membutuhkan sesuatu, maka ia dependent, dan segala sesuatu yang dependent, membutuhkan yang Independent. Kita akan bahas di bagian lain tentang ini.

Artinya, fakta bahwa kartu domino pertama terjatuh sehingga menimbulkan domino effect terjadi karena satu penyebab, dan penyebab itulah yang menjadikan ia terjatuh dan tidak diam.

Jika dikatakan, “Bukankah angin yang menjadi sebab?”

Kita katakan, “Benar. Namun apa yang menjadi sebab bertiupnya angin? Jika dijawab: Perbedaan temperatur udara. Baik, lantas apa yang menjadikan adanya perbedaan temperatur udara?

Silahkan jelaskan kausalitas sejauh dan serunut yang kita mampu, namun ia hanya akan berbuntut pada satu penjelasan sebab akibat tak berujung. Mengapa tak berujung? 

Karena, satu sebab membutuhkan penjelasan, dan penjelasan itu membutuhkan penjelasan lainnya, dan penjelasan yang baru itu juga membutuhkan penjelasan lainnya. Begitu terus. Apakah mungkin? Mustahil. Artinya, semua sebab dan penjelasan itu BUTUH kepada sesuatu untuk menjelaskannya, dan ini tidak akan berujung, dan ini mustahil. 

Mengapa penjelasan sirkular tidak dapat menjelaskan secara tuntas? Jawabannya, masih ingatkah domino effect dan kartu pertama yang terjatuh? Dimana ada awal, dimana ada penggerak eksternal?

Infinity di dunia adalah mustahil.”

Pertanyaan selanjutnya, mengapa kartu domino pertama itu jatuh, mengapa tidak diam saja. 

Ini berarti, jatuhnya kartu domino adalah contingent fact. 

Apa itu contingent fact? 

Ia adalah realita yang memiliki kemungkinan terjadi kebalikannya. Contoh, api itu panas. Bisa saja api itu dingin. Maka panasnya api adalah contingent fact.

Contoh lainnya, matahari terbit di timur. Padahal, bisa saja ia terbit di barat. Maka terbitnya matahari di sebelah timur adalah contingent fact, sebab, ia memiliki scenario kebalikannya.

Kembali kepada kartu domino, bisa saja kartu domino pertama tidak jatuh atau diam saja. Maka jatuhnya kartu domino pertama sebagai sebab domino effect adalah contingent fact.

Lantas apa korelasinya contingent fact dengan kartu domino?

Seluruh apa yang ada di dunia dan alam semesta adalah contigent fact. Artinya, semuanya telah berjalan teratur sedemikian rupa, dan tidak acak-acakkan sehingga satu planet menghantam planet lainnya, atay satu bintang menabrak bintang lainnya. Semua beredar di garis edarnya. Padahal, bisa saja semua ini random, dalam kata lain, semua alam semesta contingent facts.

Maka, alam semesta, termasuk bumi dan langit serta apa yang ada di antaranya jauh lebih menakjubkan dari analogi kartu domino dan domino effect. Semua yang ada, alam semesta dan isinya, membutuhkan awal dan membutuhkan pengatur. Maka semua yang ada dan alam semesta seluruhnya adalah DEPENDENT.

Semuanya butuh kepada Kekuatan yang INDEPENDENT.

Sesuatu yang independent tidak membutuhkan segala sesuatu yang dibutuhkan sesuatu yang dependent.

Maka yang INDEPENDENT tidak bisa dimasukkan ke dalam contingent facts atau alur domino effect. Sebab jika ia bergantung pada sesuatu yang lain, maka kita masih terjebak dalam penjelasan kausalitas sirkular tak berujung, yang tentu mustahil.

Ini menunjukkan satu hal. Semua yang ada di dunia ini berikut alam semesta itu memiliki awal dan memiliki akhir. Dan semua yang ada telah diatur oleh Pengatur. Sebab keteraturan dan posisi realita contingent facts membutuhkan pengatur. Karena semua yang ada membutuhkan Pengatur, maka semua yang ada bergantung (dependent).

Yang Mengatur, Yang menjadi Awal, dan Yang Menjadi Akhir, dia haruslah Independent. Independent adalah Kekuatan yang tidak membutuhkan apapun, kekuatan yang tidak memiliki akhir, abadi, kekuatan yang terlepas dari contingent fact, sebab contingent fact hanya berlaku pada dimensi duniawi.

Oleh sebab itu, semua ini bermuara pada satu kebenaran, yaitu Allah Azza wa Jalla adalah Pengatur, Pencipta, segala sesuatu. Allah-lah Yang Awwal, dan Allah-lah Yang Akhir. Allah adalah Rabb yang menciptakan segala sesuau yang tampak oleh manusia dan apa yang tidak tampak. 

ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ خَٰلِقُ كُلِّ شَيۡءٖ فَٱعۡبُدُوهُۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ وَكِيلٞ

Itulah Allah, Tuhan kamu; tidak ada tuhan selain Dia; pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; Dialah pemelihara segala sesuatu.

[QS. Al An’am: 102]


Tidakkah kita ingin bersyukur dengan mengoptimalkan akal kita? Dan tidaklah akal itu optimal melainkan dengan mentauhidkan Allah.

Semoga kita dikaruniai ilmu yang benar, yang dapat menghantarkan kita kepada keselamatan di dunia dan Akhirat.

Bogor, 26 Oktober, 2019.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s