إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  أَمَّا بَعْدُ

Segala puji, puja, dan syukur ditujukan hanya kepada Allah saja, yakni Tuhannya Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa, atas segala limpahan NikmatNya, terutama nikmat Islam dan Iman.

Aku bersaksi, bahwa Nabi yang ummi, Muhammad bin Abdullah, adalah hamba Allah dan RasulNya. Shalawat dan salam semoga tercurah bagi Beliau, laki-laki dengan akhlak dan lisan yang terpuji dan sangat menginginkan keselamatan bagi umatnya.

Saudaraku. Islam adalah agama ilmu. Sehingga mustahil seseorang beriman jika tidak berilmu. Seluruh ibadah membutuhkan ilmu. Tanpa ilmu, tidak ada Islam dan Iman pada seseorang.

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

“Maka ilmuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.” (QS. Muhammad, 19)

Dan ilmu membutuhkan akal. Al Quran mengulang di banyak tempat akan esensialnya proses berpikir dan merenung tentang Ayat-Ayat Allah, dan segala sesuatu yang bermanfaat.

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تُؤْمِنَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

“Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.” (QS. Yunus, 100)

Sehingga seseorang membutuhkan akal sekaligus ilmu, dimana keduanya akan melembutkan hati yang kasar, keras, dengki, dan gelap, sehingga ia layak menerima hidayah Islam dan Iman dari Allah.

Saudaraku. Islam adalah agama yang ilmiyah. Para ulama, cendekia, dan ilmuwan Islam generasi terdahulu telah meletakkan banyak pondasi peradaban manusia nyaris di seluruh ilmu pengetahuan dan sains tanpa memisahkan sedikitpun dengan keimanan.

Menyelami, menyusuri, dan mengambil faidah dari generasi-generasi terdahulu umat Islam adalah khasanah ilmu yang sangat luas, berdimensi mulai dari sejarah, syariah, hingga worldview.

Imam Malik rahimahullah berkata, “Tidak akan baik generasi akhir umat ini kecuali dengan apa yang membuat generasi awalnya menjadi baik”.

Belum pernah, setahu Penulis, istilah Salafologi digunakan. Semoga Mukadimah ini menjelaskannya dengan baik.

Sebagai pecinta ilmu dan mereka yang berilmu, blog ini adalah kumpulan kalam Penulis dalam perjalanan tiada akhir menuntut ilmu. Semoga Allah Menjadikannya bermanfaat khususnya bagi Penulis sendiri, lalu untuk saudara saudariku semua.

Selamat Membaca.

Saudaramu,

Abu Anjani

salafologi@gmail.com

Advertisements