Firaun Era Nabi Musa Dalam Bibel dan Al Quran [1]

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad

Firaun merupakan gelar bukan nama. Fir’aun (diambil dari per-aa) sendiri merupakan istilah yang berevolusi. Sumber paling otoritatif mengenai hiroglif, Wörterbuch Der Aegyptischen Sprache,yang ditulis oleh A. Erman & H. Grapow dan diterbitkan tahun 1926, menunjukkan bahwa kata per-aa dalam hiroglif digunakan dalam tiga konteks:

1. “Rumah Besar” sebagai sebutan istana raja di era Old Kingdom.

2. “Istana Kerajaan” sebagai sebutan tempat tinggal raja dan pemukim lainnya.

3. Gelar raja Mesir.

Tutankhamun

Satu pertanyaan yang mengawali pembahasan ini; apakah hanya ada satu Fir’aun dalam kisah Nabi Musa di dalam Al Quran? Ataukah memang ada lebih dari satu sosok?

Allah Berfirman:

وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ أُمِّ مُوسَىٰٓ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِى ٱلْيَمِّ وَلَا تَخَافِى وَلَا تَحْزَنِىٓ ۖ إِنَّا رَآدُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ

Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa; “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya dari para rasul. [QS. al-Qashash: 7]

Kemudian Allah Berfirman:

فَٱلْتَقَطَهُۥٓ ءَالُ فِرْعَوْنَ لِيَكُونَ لَهُمْ عَدُوًّا وَحَزَنًا ۗ إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَٰمَٰنَ وَجُنُودَهُمَا كَانُوا۟ خَٰطِـِٔينَ

Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir’aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir’aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.[QS. al-Qashash: 8]

Dua ayat di atas menunjukkan Fir’aun telah menjadi penguasa Mesir saat Nabi Musa masih bayi. Tidak tertutup kemungkinan, ia berkuasa bahkan sebelum Nabi Musa lahir.

Penyandingan inna fir’auna wa hamana mengisyaratkan keduanya telah berpartner sejak Nabi Musa masih kecil.

Kemudian Fir’aun juga mengajak Nabi Musa bernostalgia dan mengungkit jasanya dalam merawat Nabi Musa sejak kecil.

قَالَ أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدًا وَلَبِثْتَ فِينَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ

Fir’aun menjawab: “Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu. [QS. Asy Syu’ara: 18]

Imam al-Qurtubi memaknainya sebagai ejekan Firaun kepada Nabi Musa. Selain itu, ulama tafsir dari Andalusia itu juga mengatakan ia merupakan pengingat dari Firaun kepada Musa bahwa kami telah mengasuhmu ketika kecil dan tidak membunuhmu sebagaimana anak laki-laki lainnya kala itu yang kami bunuh. Demikian Al Qurtubi.

Sementara itu, pendahulu Imam al-Qurtubi yakni Imam at-Thabari mengatakan maksud Fir’aun adalah saat Nabi Musa dahulu hidup bersama dirinya dalam istana sebelum Nabi Musa membunuh seorang laki-laki Mesir beragama Koptik, sebagaimana termaktub dalam Jami al Bayan.

Argumentasi lain yang menunjukkan bahwa hanya ada satu Fir’aun dalam kisah Nabi Musa di dalam Al Quran adalah peristiwa matinya seorang laki-laki Mesir oleh tinju Nabi Musa.

Allah Berfirman:

وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ ٱلَّتِى فَعَلْتَ وَأَنتَ مِنَ ٱلْكَٰفِرِينَ

dan kamu telah berbuat suatu perbuatan yang telah kamu lakukan itu dan kamu termasuk golongan orang-orang yang tidak membalas guna. [QS. Asy Syu’ara: 19]

Kemudian mari kita simak apa jawaban Nabi Musa terhadap rangkaian ucapan Firaun di atas. Beliau alaihissalam berkata kepada Firaun; qola fa’altuha izan wa anna minaḍh-ḍhallin [Berkata [Musa]: “Aku telah melakukannya, sedang aku di waktu itu termasuk orang-orang yang khilaf].

Hemat Penulis kesan yang seseorang dapatkan saat membaca kisah Nabi Musa dan Firaun, serta ketika menyimak uraian mufasir adalah; hanya ada satu sosok Firaun dalam kisah Nabi Musa di dalam Al Quran.

Tentang ini akan diurai sedikit lebih banyak di bagian kedua nanti, Insya Allah.

Berbeda dengan bibel.

Dalam 1 Raja-raja 6:1: Dan terjadilah pada tahun keempat ratus delapan puluh sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir, pada tahun keempat sesudah Salomo menjadi raja atas Israel, dalam bulan Ziw, yakni bulan yang kedua, maka Salomo mulai mendirikan rumah bagi TUHAN.

Kita akan kalkulasi. Sudah disepakati bahwa biblikal Sulaiman memerintah pada tahun 970 SM. Maka, tahun ke-empat sesudah Salimi menjadi raja atas Israel artinya 966 M + 480 tahun (sesudah eksodus). Hasilnya kita dapati 1447 atau 1446 SM. Menurut konsensus mesirologi, periode 1447 – 1446 SM adalah era Firaun Thutmose III.

metmuseum.org

Tapi ada versi kedua. Jika di atas mengacu pada teks Hebrew Masoretic sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, yakni 480 tahun sesudah eksodus, kali ini versi teks Greek Septuagint disebutkan 440 tahun sesudah eksodus. Jika demikian maka peristiwa eksodus terjadi pada 1406-1407 SM. Di periode itu Firaun yang memimpin Mesir adalah Amenhotep II.

Datang kembali dugaan inkonsistensi penanggalan eksodus melalui versi ketiga. Menurut James K. Hoffmeier, pakar Perjanjian Baru, arkeolog, dan ahli Mesir Kuno, berdasarkan 1 Raja-raja dan Keluaran, ia mendapatkan angka 633 tahun [1]. Jika demikian, menurut versi ketiga ini Firaun yang memerintah Mesir di periode tersebut adalah Apophis.

Thutmose III (Wikipedia)

Sehingga kita memiliki tiga versi; 480 paska eksodus, 440 paska eksodus, dan 633 tahun (didapat antara 1 Raja-raja hingga Kitab Eksodus menurut Hoffmeier). Konsekuensinya, Eksodus terjadi di era:

Thutmose III, atau Amenhotep II, atau Apophis.

Namun kecenderungan misionaris mengenai penanggalan di atas adalah versi kedua, yakni Amenhotep (1425-1400 SM) [2].

Kemudian muncul pandangan keempat yang dibawa oleh David Rohl. Dia adalah seorang ahli Mesir Kuno dari Inggris. Ia menyodorkan timeline baru. Baginya, bukanlah Amenhotep II Firaun yang memerintah Mesir saat peristiwa Eksodus, melainkan Dudimose dari dinasti ke-13. Bagi Rohl, Dudimose hidup sekitar tahun 1450 SM [3]. Namun Rohl dinilai terlalu radikal dalam merombak penanggalan Mesir Kuno untuk menyelarasi kronologi miliknya.

Amenhotep II (Wikimedia Commons)

Dengan kesimpangsiuran data di kalangan peneliti bibel di atas, sejumlah misionaris masih “memiliki waktu luang” untuk mengatakan Firaun di dalam Al Quran tidak menyelarasi sejarah dan arkeologi.

Al Quran tidak dituntut untuk menyelarasi dengan apapun di luar Al Quran itu sendiri. Data sejarah dan arkeologi itulah yang diuji dengan Al Quran (dan tentu Assunnah). Bukan saja data sejarah dan arkeologi, kitab-kitab di sisi ahli kitab saat ini pun keduanya harus diuji dengan Al Quran.

Allah Berfirman:

مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ

membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; [QS. Al Maidah: 48].

Bukan Al Quran yang harus mengikuti sejarah dan arkeologi, sebaliknya, Al Quran adalah tolok ukur dan “batu ujian” bagi seluruh disiplin ilmu dan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya.

Lantas bagaimana dengan sosok Firaun dalam kisah Nabi Musa di dalam Al Quran; apakah Thutmose III, atau Amenhotep II, atau Apophis, atau Dudimose?

Bersambung Insya Allah.


PUBLIKASI TERKAIT:

Sebagian konten ini terdapat dalam buku Penulis yang ketiga, sebagaimana tertera di bawah ini. Namun banyak juga yang tidak terdapat di buku tersebut. Namun pembahasan rinci mengenai tema semisal artikel di atas dapat disimak dalam buku tersebut.

Buku ketiga Penulis diterbitkan oleh Pustaka Al Kautsar 2021.

Pemesanan: Ustadz Artawijaya (https://wa.me/6281808508064)

Atau kunjungi: https://www.kautsar.co.id/

________________

[1] J. K. Hoffmeier, What Is The Biblical Date For The Exodus? A Response To Bryant WoodJournal Of The Evangelical Theological Society, 2007, Volume 50, No. 2, pp. 227-228.

[2] Islamic Awareness. The Identification of Pharaoh During the Time of Moses. © Islamic Awareness All Rights Reserved. 7 September 2008.

[3] D. M. Rohl, A Test Of Time, 1995, Volume I: The Bible – From Myth To History, op. cit., p. 327

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s