Kerajaan Nabi Sulaiman, Imperium Achaemenid, Dan Dzulqarnain

Berdasarkan sejarah yang dicatat oleh manusia, Cyrus, founding father imperium Achaemenid Persia, menguasai wilayah yang tidak tertandingi pada zaman sebelum masehi. Dari Balkan hingga ujung Iran pada hari ini, Cyrus telah mendahului Alexander The “Great” beberapa abad dalam penaklukkan epik di zaman kuno. Telah disepakati oleh sejarawan kontemporer bahwa Achaemenid adalah di antara kerajaan dengan luas wilayah terbesar dalam sejarah manusia.

Di lain sisi, Allah juga memberikan kerajaan kepada Nabi Sulaiman yang tidak akan pernah ada lagi kerajaan semisalnya sesudah Nabi Sulaiman. Allah berfirman dalam Al Quran mengenai doa Nabi Sulaiman:

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

“Berkata Sulaiman, ‘Ya Rabbku ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapapun setelahku. Sungguh, Engkau Maha Pemberi.” [QS. Shad: 35].

Ulama tafsir mengatakan maksud dari mulkan laa yanbaghii li ahadin min ba’dii – kerajaan yang tidak dimiliki siapapun setelahku adalah penguasaan Nabi Sulaiman terhadap bangsa Jin termasuk Ifrit. Hal ini selaras dengan hadis sahabat Abu Hurairah diriwayatkan Imam Bukhari dalam menafsirkan ayat di atas sebagaimana dikutip oleh Imam Ibnu Katsir:

إِنَّ عِفْرِيتًا مِنَ الْجِنِّ تَفَلَّت عَلَيَّ الْبَارِحَةَ -أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا-لِيَقْطَعَ عَلَيَّ الصَّلَاةَ فَأَمْكَنَنِي اللَّهُ مِنْهُ وَأَرَدْتُ أَنْ أَرْبِطَهُ إِلَى سَارِيَةٍ مِنْ سَوَارِي الْمَسْجِدِ حَتَّى تُصبحوا وَتَنْظُرُوا إِلَيْهِ كُلُّكُمْ فَذَكَرْتُ قَوْلَ أَخِي سُلَيْمَانَ: {رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لأحَدٍ مِنْ بَعْدِي}

“Pernah ada Ifrit dari jin yang menampakkan dirinya kepadaku tadi malam — atau ungkapan yang semisal [itu-pen] — untuk memutuskan salat yang sedang kukerjakan. Maka Allah memberikan kekuasaan kepadaku terhadapnya, dan aku berniat akan mengikatnya di salah satu tiang masjid hingga pagi hari, lalu kalian semua dapat melihatnya. Tetapi aku teringat akan ucapan saudaraku Sulaiman yang telah mengatakan, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku (QS Shad: 35).”

Dalam hadis di atas tampak bahwa kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapapun setelah Nabi Sulaiman adalah kerajaan dimana bangsa Jin menjadi bala tentara atau pekerja-pekerja-nya. Selain itu, Allah telah menundukkan angin bagi Nabi Sulaiman sebagaimana lanjutan Surah Shad ayat 36:

فَسَخَّرْنَا لَهُ الرِّيحَ تَجْرِي بِأَمْرِهِ رُخَاءً حَيْثُ أَصَابَ

“Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut perintahna ke mana saja yang dikehendakinya.”

Juga Allah kuasakan setan-setan sebagai pembantu-pembantu Nabi Sulaiman dalam ayat selanjutnya,

وَالشَّيَاطِينَ كُلَّ بَنَّاءٍ وَغَوَّاصٍ

“Dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan, semuanya ahli bangunan dan penyelam,”

Dari segi wilayah kekuasaan, kerajaan Nabi Sulaiman alaihissalam memang tidak terlampau “istimewa”. Di masanya, teritori kerajaan Nabi Daud dan Sulaiman tidak melampaui wilayah Syam, bahkan sebagian tidak menembus seluruh Suriah pada hari ini, jika kita merujuk pada sumber bibel dan pandangan sejarawan barat. Di sebelah barat Kerajaan Sulaiman (United Kingdom of Israel) pun masih ada kerajaan Philistia.

Dalam komparasi antara Kerajaan Sulaiman dan Achaemenid, tidaklah berarti kerajaan Nabi Sulaiman inferior dibanding Achaemenid-Persia yang diprakarsai Cyrus. Sebab, Allah memberikan Nabi Sulaiman kenabian yang berarti berdirinya sebuah kerajaan yang dibimbing oleh Allah Azza wa Jalla. Angin dan para jin pun dikuasakan kepada Nabi Sulaiman untuk membangun bangunan yang megah dimana bahan-bahannya diambil dari dasar laut. Kerajaan Saba pun tunduk menjadi sekutu yang berada di bawah perlindungan Nabi Sulaiman. Arsitektur serta teknik konstruksi, desain, dan bala tentara yang terdiri dari para jin dan burung-burung adalah sesuatu yang tidak akan lagi dimiliki oleh kerajaan setelahnya. Ini adalah kekhususan bagi Nabi Sulaiman alaihissalam.

Adapun Cyrus memang memiliki wilayah yang begitu luas, dari Laut Aegean di Yunani hingga hampir ke India, dan sepeninggalnya wilayah itu mengembang hingga ke Afrika Utara dan wilayah Yunani. Akan tetapi Cyrus tidak memiliki apa yang Nabi Sulaiman miliki. Adapun kenabian adalah suatu Nikmat Allah yang besar yang tidak dimiliki Cyrus.

Sebagian ulama memandang Dzulqarnain adalah nabi, namun sebagian lainnya memandang Dzulqarnain bukanlah seorang Nabi, melainkan raja shalih yang diberi petunjuk oleh Allah. Jika mengikuti pendapat Dzulqarnain adalah seorang Nabi sekalipun, maka kedudukan dan porsi penyebutan Nabi Sulaiman di dalam Al Quran dan Assunnah cukup menunjukkan keutamaan Nabi Sulaiman di atas Dzulqarnain meski keduanya adalah Nabi Allah (jika mengambil pandangan Dzulqarnain adalah Nabi Allah).

Dalam sebuah hadis yang disandarkan kepada Nabi, dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda:

“Raja dunia ada empat, mukmin dan kafir. Adapun yang mukmin adalah Dzulqarnain dan Sulaiman, dan yang kafir adalah Namrud (Nimrod) dan Bukhtanashor (Nebuchadnezzar). Dan bumi akan dikuasai oleh salah seorang ahli baitku.” (Disebutkan Ibnul Jauzi dalam Al Muntadzam fi at Tarikh).

Imam Ath Thabari dalam tafsirnya juga meriwayatkan hadis senada, “Raja seluruh bumi dari timur hingga barat ada empat orang, dua mukmin dan dua kafir. Dua raja mukmin Sulaiman bin Daud dan Dzulqarnain, dua raja kafir Bukhtanashar dan Namrud bin Kan’an. ”

Nebuchadnezzar dan Nimrod merupakan dua raja yang telah banyak mendapat tempat dalam sejarah peradaban kuno. Nabi Sulaiman pun demikian, sebagai seorang Nabi di antara Nabi-Nabi Yahudi dan Nasrani, beliau juga seorang Nabi bagi umat Islam. Sejarah kerajaan Nabi Sulaiman pun telah banyak mendapat sorotan oleh sejarawan dunia. Tiga raja tersebut pun populer di kalangan masyarakat, nama mereka tidaklah asing.

Sementara itu, kualitas personal Cyrus sebagai raja yang membawa keadilan dari Tuhan ini tampak pada Kitab Yesaya 45:1.

א  כֹּה-אָמַר יְהוָה, לִמְשִׁיחוֹ לְכוֹרֶשׁ אֲשֶׁר-הֶחֱזַקְתִּי בִימִינוֹ לְרַד-לְפָנָיו גּוֹיִם, וּמָתְנֵי מְלָכִים, אֲפַתֵּחַ–לִפְתֹּחַ לְפָנָיו דְּלָתַיִם, וּשְׁעָרִים לֹא יִסָּגֵרוּ.1 Beginilah firman TUHAN: “Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup:

Dalam Yesaya 45:1 di atas Cyrus adalah raja yang diuurapi atau ditahbis (berkati) tuhan. Ketika ia diberkati Tuhan sebagaimana tertera dalam teks suci Yahudi, maka kepribadian Cyrus secara umum mewakili nilai-nilai luhur bagi ahli kitab bagi Yahudi. Senada dengan itu, National Geographic dalam sebuah artikelnya menulis bahwa Cyrus adalah salah satu penakluk sepanjang masa yang penuh dengan kebaikan.[1]

Jika kita bandingkan dengan Aleksander, ia memang menguasai wilayah yang tidak terpaut jauh dari luas wilayah yang dikuasai Cyrus. Berdasarkan luas teritori, maka Cyrus dan Alexander memenuhi kriteria Dzulqarnain sebagai penguasa timur dan barat. Adapun Aleksander dari Makedonia, namanya tidak kita temukan terdapat dalam bibel, setidaknya tidak secara gamblang. Selain itu, kehidupan Aleksander diselimuti hal-hal imoral, seperti menyukai sesama jenis, pemabuk, gemar membantai, dan kebijakan megalomaniac lainnya. Terpenting, Aleksander menyembah banyak tuhan.

Hanya Dzulqarnain saja yang masih menjadi kepingan puzzle yang hilang. Ketika namanya disandingkan dengan tiga raja lainnya sebagaimana hadis di atas, kita dapat simpulkan bahwa Dzulqarnain adalah tokoh besar dalam peradaban manusia, seorang raja yang kepopulerannya sepadan dengan ketiga raja lainnya. Jika menelisik luas wilayah, pengaruh, serta catatan kemenangan eskpedisi militer para penakluk dan raja pada zaman sebelum masehi, maka lumrah jika muncul pandangan dari sejarawan muslim kontemporer bahwa Cyrus adalah kandidat terkuat bagi Dzulqarnain tanpa menutup pandangan ulama salaf terkait masalah ini.

Wallahu A’lam.


[1] Kristin Baird Rattini. Who was Cyrus the Great? National Geographic. https://www.nationalgeographic.com/culture/people/reference/cyrus-the-great/. Akses 24 Juni 2019.


2 thoughts on “Kerajaan Nabi Sulaiman, Imperium Achaemenid, Dan Dzulqarnain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s