Setiap orang pasti diuji. Terlebih orang mu’min yang shalih akansemakin besar ujiannya (Ibnu Taimiyah). Mustahil seseorang bahagia terus, lapang terus, sehat terus.

Kesempitan harta, belum memiliki keturunan, kesedihan, kecemasan, kemunduran karir, melemahnya tubuh karena lelah atau penyakit, atau perniagaan atau penghasilan yang belum menguntungkan – bahkan untuk sekedar menutupi kebutuhan – adalah di antara yang sering dikeluhkan. Terlebih doa-doa pun telah dipanjatkan namun perubahan itu belum datang.

 

Salah satu amalan agung yang Allâh Janjikan untuk mengurai peliknya problematika di atas sekaligus sebab turunnya jalan keluar segala keburukan dunia akhirat adalah istighfar. Amalan zikir ini mungkin tidak “setenar” tahlil, shalawat, atau tasbih bagi sebagian orang. Padahal di dalamnya ada keutamaan yang banyak.

 

Dengan istighfar, Allâh akan Memberikan keberkahan dari langit, melimpahnya rezeki berupa harta terus menerus, dan banyaknya keturunan. Allâh berfirman,”Mohonlah ampunan kepada Rabb kalian (karena) sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit atas kalian. Dan Dia akan melipatkangandakan harta dan anak-anak kalian, mengadakan kebun-kebun atas kalian, serta mengadakan sungai-sungai untuk kalian.” [ (QS. Nuh: 10-12).

 

Dengan istighfar, Allâh akan menambah kekuatan dan kejayaan kepada kita. Allâh berfirman, “Wahai kaumku, beristighfarlah kepadaRabb kalian lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atas kalian dan menambahkan kekuatan kepada kekuatan kalian, serta janganlah kalian berpaling dengan berbuat dosa.” [Hud: 52].

 

Jika kita telah berbuat dosa, maka maksiat yang kita lakukan akan mengundang azab Allâh dan menahan rezeki, kecuali kita memperbanyak istighfar dan taubat. Allâh berfirman, “Dan Allah tidak akan menyiksa mereka sedang mereka dalam keadaan beristighfar.” (QS. Al Anfaal: 33).

 

Kesibukan sepanjang tahun terutama beraktifitas di area perkotaan dengan segudang kebisingan dan kesemerawutannya dapat menimbulkan kegelisahan dan kecemasan. Terlebih hati itu memang disifati berbolak-balik. Adakalanya seseorang tertimpa sejumlah mental disorder. Dengan istighfar, Allâh Menjanjikan obatnya.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim).

 

Hadis di atas juga menegaskan terus menerus beristighfar akan mengundang rizki tidak terduga. Penulis sendiri pernah merasakannya ketika mulai melazimkan istighfar dalam hitungan minggu saja.

 

Selain itu, Rahmat Allâh sangat dekat dengan mereka yang melazimkan istighfar. Allâh berfirman, “Hendaklah kalian memohon ampunan kepada Allah agar kalian dirahmati.” [An-Naml: 46].

 

Sudah berdoa siang malam namun jalan keluar tak kunjung tiba? Tidak ada doa yang tidak dikabulkan. Allâh pasti mengabulkan, cepat, lambat, atau diganti dengan kebaikan semisalnya. Untuk mempercepat terkabulnya doa, istighfar juga menjadi salah satu medianya.

 

Allâh berfirman, “Maka beristighfarlah kepada-Nya, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Rabb-ku amatlah dekat lagi mengabulkan.” [Hud: 61]

 

Tentunya, bagi orang beriman, balasan terbesar dari semua jerih payah amal di dunia adalah kebahagiaan di Akhirat nanti, dan istighfar adalah salah satu amalan pengantarnya.

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang ingin bahagia dengan catatan amalnya (pada hari kiamat), hendaklah ia beristighfar kepada Allah.” [at Thabarany, dishahihkan Albani).

 

Bagi orang beriman, tauhid adalah segalanya, yakni beribadah, berharap, dan meminta hanya kepada Alllah saja. Tidaklah bermanfaat para dukun dan peramal serta ajimat-ajimat lainnya. Istighfar adalah harta orang beriman. Wallahu A’lam

Advertisements