BUKANLAH karena emas di pucuk menara itu…
Tidak pula karena taman hijau terhampar…
Bukanlah kami mengais sekantong gandum dan susu..
Tidak pula mengharap dirham dan dinar..

Tidaklah kami mengenal satu sama lain…
Meski pundak kami bersentuhan dalam sujud
Tiadalah kami hendak menyakiti makhluk lain…
Bahkan kami tidak zalim terhadap rumput…

Kami tahu ada saudara kami yang mencela…
Kami pun sadar penguasa tidak suka…
Kawan dulu kini semakin jauh…
Kawan baru pun bak saudara…

Tidak… kami tidak sedang menabuh genderang perang!
Menebas kepala kafir dan munafik dengan pedang!
Tidak… kami tidak hendak merusak dan mencaci!
Tidak pula kami hendak membalas menista kitab suci!

Kami hanya hendak mengadahkan tangan ke langit…
Saat rintik hujan lembut membasahi wajah…
Aspal kasar basah terasa senikmat sajadah Yaman…
Seratus rakaat pun kami akan tahan…

Begitu cepatnya kita berpisah wahai saudara-saudariku…
Satu Jumat saja kita bertemu…
Meski aku tak mengenalmu…
Tapi kenapa hati ini merindu?

Apakah kita akan bersua lagi?
Dalam takbir, salam dan sujud?
Apakah kita akan berjalan bergandengan tangan?
Saling menebar salam dan menggemakan takbir menggetarkan?

Biarlah kini takbir itu terucap dalam shalat…
Dalam azan dan iqomat…
Suatu hari nanti wahai saudaraku…
Kita akan teriakkan lantang hingga kita menang…

Kaum Muslimin, Aku rindu…
Datanglah ke Masjid-masjidmu..
Dan duduklah di majlis ilmu…
Di sanalah, hati kita akan bertemu…
Dengan Izin Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. []

Advertisements